AKU...
di mana saat di hadapkan pada sebuah masalah pasti berfikir berputar dan
hanya dapat melihat kembali apa yang terjadi pada saat itu sebelumya
tanpa bercermin dan hanya diam membeban.
berfikir harus lari kemana, kalaupun berlari jarum jam akan tetap
berputar, semakin berlari jarum tersebut akan menghampiri menusuk suatu
hal yang seharusnya itu di dapat dengan ketenangan dan kebahagian.
bukan kemungkinan melainkan kepastian Tuhan merencakan jalan pada setiap
keindahan yang terbentang pada kehidupan.
IPM...
pada awalnya yang mungkin tetapi sekarang menjadi pasti untuk siap di
hadapkan pada sebuah masalah berat sekalipun yang menjadi ringan saat
melintas pada suatu jalan yang disana terdapat wadah.
wadah itu terlihat kecil bila dari kejauhan, maka sebaliknya bila
menghampiri.
memang aneh bila di ceritakan bahwa wadah itu dapat menumpahkan segala
masalah dengan tenang tanpa adanya goyangan sedikitpun.
berfikir kembali pada sebuah masalah, tidak ada tuntutan untuk berfikir
yang tidak mungkin untuk akal.
anggapan untuk jalan saat ini yang di jalani adalah benar.
diam membeban menjadi diam bermakna, tidak lagi berfikir bagaimana
memecahkan tetapi bagaimana menyatukan yang ada kemudian digerakkan
untuk menjadi sebuah berlian di tengah sampah.
tidak mungkin terjadi bila sebelumnya sama sekali tidak menghampiri
sebuah wadah itu, memang misteri bagi yang buta akan kemurnian sebuah
jalan hidup.
itulah IPM adalah sebuah wadah dimana tempat merubah segala yang
terfikir tidak mungkin menjadi pasti.
AKU...tidak lagi membeban, dan IPM...itu jalan menuju tanpa beban.
"nuun walqolami wamayasthurun"="demi pena dan apa yang ditulikannya"