Sabtu, 20 Oktober 2012

AKU DAN IPM

AKU... di mana saat di hadapkan pada sebuah masalah pasti berfikir berputar dan hanya dapat melihat kembali apa yang terjadi pada saat itu sebelumya tanpa bercermin dan hanya diam membeban. berfikir harus lari kemana, kalaupun berlari jarum jam akan tetap berputar, semakin berlari jarum tersebut akan menghampiri menusuk suatu hal yang seharusnya itu di dapat dengan ketenangan dan kebahagian. bukan kemungkinan melainkan kepastian Tuhan merencakan jalan pada setiap keindahan yang terbentang pada kehidupan. IPM... pada awalnya yang mungkin tetapi sekarang menjadi pasti untuk siap di hadapkan pada sebuah masalah berat sekalipun yang menjadi ringan saat melintas pada suatu jalan yang disana terdapat wadah. wadah itu terlihat kecil bila dari kejauhan, maka sebaliknya bila menghampiri. memang aneh bila di ceritakan bahwa wadah itu dapat menumpahkan segala masalah dengan tenang tanpa adanya goyangan sedikitpun. berfikir kembali pada sebuah masalah, tidak ada tuntutan untuk berfikir yang tidak mungkin untuk akal. anggapan untuk jalan saat ini yang di jalani adalah benar. diam membeban menjadi diam bermakna, tidak lagi berfikir bagaimana memecahkan tetapi bagaimana menyatukan yang ada kemudian digerakkan untuk menjadi sebuah berlian di tengah sampah. tidak mungkin terjadi bila sebelumnya sama sekali tidak menghampiri sebuah wadah itu, memang misteri bagi yang buta akan kemurnian sebuah jalan hidup. itulah IPM adalah sebuah wadah dimana tempat merubah segala yang terfikir tidak mungkin menjadi pasti. AKU...tidak lagi membeban, dan IPM...itu jalan menuju tanpa beban. "nuun walqolami wamayasthurun"="demi pena dan apa yang ditulikannya"